by

Reguk Keuntungan dengan Bisnis Sayuran Organik Yuk!

Urusan bercocok tanam sudah tidak lagi dipandang sebagai kegiatan ndeso alias kampungan. Buktinya, di kota-kota banyak yang mulai menerapkan urban farming alias bertani di daerah perkotaan.

Salah satu alasannya adalah makanan tak sehat makin membanjiri pasaran. Junk food lebih gampang ditemui ketimbang makanan menyehatkan.

Walhasil, masyarakat yang sadar kesehatan mulai bergerak. Mereka menanam sendiri sayuran di lingkungan rumah, bahkan kantor.

Dari fenomena ini, kita sebetulnya bisa membuka peluang bisnis baru: sayuran organik. Sayuran organik adalah sayuran yang ditanam secara alami tanpa pestisida. Pasar sayuran organik saat ini masih terbuka lebar.

Apa lagi penyebabnya kalau bukan sayuran organik lebih menyehatkan ketimbang makanan cepat saji. Sasaran utamanya adalah mommies yang kebanyakan “cerewet” dalam urusan makanan sehat, terutama buat sang buah hati.

Ibu mana sih yang tega ngasih makanan ber-MSG tiap hari kepada anaknya? Bisa-bisa sang anak tumbuh tanpa gizi yang cukup.

Peluang Bisnis Sayuran Organik

Bisnis sayuran organik bisa dipraktikkan dengan cara gampang. Gak perlu lahan berhektare-hektare di kampung. Tanah di belakang rumah juga sudah bisa jadi lahan sayuran organik.

Selain bisa pakai lahan yang kecil, bisnis sayuran organik memerlukan kebutuhan lain, yaitu:

1. Akses ke pupuk alami

Sayuran organik anti terhadap yang namanya bahan kimia. Pupuk harus yang alami, misalnya pupuk kompos (limbah tumbuhan, contohnya dedaunan) dan pupuk kandang (limbah hewan, contohnya feses ayam).

Jadi, kita mesti punya akses ke pupuk alami ini. Bisa dicoba datang ke peternak sapi/ayam untuk diajak kerja sama pengumpulan pupuk.

Selain itu, yang simpel, jangan buang atau bakar kalau lihat daun di jalan. Kumpulin saja, terus dijadikan pupuk. Gratis..tis..tis.

2. Jaringan

Seperti bisnis lain, bisnis sayuran organik juga memerlukan jaringan. Dalam hal ini, kita bisa menembusi pihak antara lain:

Rumah-rumah warga

Kalau hubungan bisnis dengan supermarket dan restoran jelas. Kita bisa mengajukan proposal ke pihak tersebut sambil memberikan contoh produk plus dokumen terkait lain. Nah kalau jaringan di rumah warga, kita butuh tenaga ekstra. Cara ini bisa ditempuh dengan memasang iklan atau pamflet yang menjelaskan bisnis sayuran organik kita.

Iklan itu bisa ditampilkan di Internet, misalnya lewat Facebook, Instagram, Twitter, dan lain-lain. Bisa juga dengan pamflet fisik yang dibagikan ke tiap-tiap rumah. Jangan lupa beri gambar contoh sayuran organik yang menarik. Beri juga jaminan bahwa sayuran yang dijual murni organik, tanpa bahan kimia.

Namun, yang lebih penting dari segala kebutuhan di atas adalah modal. Memang, menjalankan bisnis sayuran organik lebih mahal ketimbang sayuran biasa. Soalnya bahan-bahan dan perawatan harus dipastikan tanpa campur tangan zat kimia. Tahu kan, kimia-kimiaan begitu biasanya bikin sesuatu lebih simpel dan murah, tapi ada efek sampingnya.

Untuk awal-awal, modal gak perlu langsung ratusan juta rupiah. Jika kurang modal, bisa mengakses kredit usaha rakyat dari pemerintah.

Keuntungan Bisnis Sayuran Organik

Sayuran organik bisa dipanen sebulan dua kali sampai empat kali, bahkan lebih. Contoh sayuran yang biasa ditanam secara organik antar lain bayam, wortel, dan selada. Buat menekan modal sekaligus tahap awal, coba tanam satu jenis sayur dulu, misalnya selada, yang bisa dipanen dua kali dalam seminggu. Gak perlu juga langsung merekrut pekerja sampai buka lowongan di situs pencari kerja.

Harga selada organik di pasaran bisa tembus Rp 40 ribu per kilogram. Lahan seperempat hektar bisa ditanami 80 kilogram selada per minggu. Jadi, dalam seminggu bisa terkumpul omzet Rp 40 ribu x 80 = Rp 3,2 juta. Dalam sebulan, omzet bisa mencapai Rp 3,2 juta x 4 = Rp 12,8 juta.

Lumayan, kan, keuntungannya. Selain untung secara finansial, kita bisa mendapat keuntungan lain, yaitu bisa hidup lebih sehat. Soalnya, sayuran organik di depan mata. Tinggal petik, olah, makan. Bahkan secara gak langsung kita ikut menyehatkan masyarakat, lho. Mereka jadi mendapat lebih banyak pilihan bahan makanan organik.

Mungkin jika belum berani mencoba terjun langsung sebagai petani sayuran organik, kita bisa belajar dulu menjadi distributor sayuran organik. Jadi, kita menjadi penghubung petani dengan pihak yang membutuhkan. Persiapannya gak serumit menjadi petani. Yang penting, ada jaringan yang siap menampung hasil pertanian menyehatkan itu.

Apa pun peluang yang diambil, pasar sayuran organik masih terbuka lebar. Siap keluar dari zona nyaman?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eighteen + 6 =

News Feed