468x60.id

ASA NEWS – Mengenal Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus). Permintaan konsumen akan komoditas perikanan dalam keadaan hidup semakin meningkat, terutama untuk jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan hidup ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan terhindar dari dugaan pemakaian bahan pengawet yang mungkin digunakan pada ikan beku ataupun segar. Harga ikan hidup dapat mencapai tiga hingga empat kali harga ikan dalam keadaan mati.

Berkembangnya perdagangan ikan hidup ini berdampak pada tingginya persaingan di pasar domestik maupun internasional. Salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing komoditas perikanan di pasar internasional adalah mengubah perdagangan beku atau segar (mati) menjadi bentuk hidup. Produk perikanan hidup ini sangat potensial untuk diekspor ke sejumlah negara seperti Jepang, Amerika Serikat, hingga Eropa.

300x250.id

Komoditas hasil perikanan yang prospektif diperdagangkan dalam bentuk hidup diantaranya adalah lobster air tawar. Cherax quadricarinatus (red claw) merupakan salah satu jenis lobster air tawar yang diintroduksi dari Australia. Lobster air tawar cukup potensial untuk dijadikan produk unggulan karena mempunyai tekstur daging yang lunak dengan rasa hampir sama dengan lobster air laut, dan merupakan hidangan yang prestisius di hotel dan restoran.

Negara yang biasa mengimpor lobster jenis ini adalah Taiwan, Jepang, Hongkong, Amerika Serikat, dan beberapa negara Uni Eropa. Ukuran lobster air tawar yang dapat menembus pangsa pasar mancanegara dengan harga tinggi adalah size 10-12. Harga lobster air tawar ini cukup stabil karena produksinya dapat diatur sehingga senantiasa tersedia di pasar.

Budidaya lobster air tawar di Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan, terutama di beberapa daerah seperti Bogor, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Produksi lobster air tawar secara keseluruhan belum diketahui secara pasti, tetapi sebagai gambaran bahwa di Yogyakarta produksinya mencapai 8.000 ekor/bulan.

Deskripsi Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus)

Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan hewan avertebrata air yang memiliki pelindung tubuh berupa rangka eksoskeleton yang keras. Lobster air tawar tergolong sebagai hewan krustasea dari Famili Parastacidae. Hewan ini umumnya dikenal dengan sebutan red claw, karena memiliki sepasang capit yang berwarna merah. Lobster air tawar selain dimanfaatkan untuk keperluan konsumsi juga dimanfaatkan sebagai lobster hias karena memiliki keunggulan pada bentuk dan warna tubuhnya.

Cherax quadricarinatus adalah salah satu jenis lobster air tawar yang berasal dari Australia. Lobster jenis ini banyak ditemukan di sungai air deras serta danau di pantai utara dan daerah timur laut Queensland. Tubuh lobster air tawar terbungkus oleh cangkang yang berfungsi menjaga organ-organ yang ada didalamnya dari hewan pemangsa atau kelompoknya sendiri. Cangkang lobster juga mempermudah pergerakan lobster air tawar.

Mengenal Lobster Air Tawar. Hampir seluruh tubuh lobster air tawar mempunyai ruas tubuh yang tampak jelas. Tubuh red claw berwarna biru kehijauan. Jantan yang sudah dewasa memiliki capit berwarna merah dibagian luarnya. Tubuh lobster air tawar terbagi menjadi dua, yaitu cephalothorax dan abdomen. Cephalothorax secara keseluruhan dilingkupi oleh cangkang yang disebut karapas. Cephalothorax terdiri dari mata, dua pasang antena, mulut, serta lima pasang kaki jalan. Abdomen pada lobster air tawar terdiri dari lima pasang kaki renang dan lima lembar ekor.

Lobster air tawar bernapas menggunakan insang. Walaupun lobster air tawar bernapas menggunakan insang, namun pada beberapa jenis lobster air tawar dapat berada lama di daratan asalkan insangnya tetap dalam keadaan lembab. Insang pada lobster air tawar dilengkapi dengan serangkaian „kipas‟ yang akan mensirkulasikan air kaya oksigen melalui insangnya untuk bernapas dan mengeluarkannya dalam bentuk karbondioksida (CO2).

rls/red Perdananews.com –
Kontributor ASA Lobster

ASA NEWS